Postingan

Menjaga Hati??

Ada banyak hal yang tidak bisa kita kendalikan dengan mudah; hati termasuk diantaranya. Betapa Tuhan benar-benar bisa membolak-balikkan hati manusia. Dengan mudah menghadirkan pertemuan-pertemuan atau sebuah kesan sederhana yang kian hari kian rindang tumbuh mengakar di dalam hati kita secara diam-diam, perlahan, atau bahkan bisa dengan lantang dan tiba-tiba. Terkadang kita begitu yakin bisa menjaga hati ini dengan baik. Memfokuskan hati ini hanya pada hal-hal dekat dengan Tuhan. Tapi semua keyakinan itu mendadak patah ketika Tuhan mengirim seseorang yang kita cintai disaat yang belum tepat. Dan kita tidak rela melepaskan kesempatan itu; demi sebuah keyakinan menjaga hati. Atau barangkali, keyakinan itu hanya selingan? Hanya suatu hal yang kita gembar-gemborkan saat kosong. Yaaa…sebuah pembelaan bagi hati yang kerontang. Bolehkah begitu? Tidak. Ya. Eh. Bagaimana? bukannya kita diajarkan untuk tidak pernah main-main dan menyepelekan sebuah niatan baik? InsyaAllah selalu ada jal...

.

Mungkin tugasmu dihidupku sudah selesai. Begitu juga dengan tugasku.” Kamu sudah cukup memberi pelajaran. Dan membuatku merasakan penyesalan. Menyadarkan bahwa cinta hanya bisa dibuktikan dengan dua jalan. Menghalalkan atau mengikhlaskan. Dan aku membuktikannya dengan belajar mengikhlaskanmu. Membiarkanmu terbang tinggi dan bebas.. Membenci masa lalu hanya akan membuatku berhenti untuk melangkah. Namun, belajar memaafkan semua kesalahan diri sendiri tidaklah mudah. Yang perlu aku sadari, semua yang terjadi dalam hidup ini sudah ada dalam skenario Allah. Termasuk tentang pertemuan dan perpisahan yang ku putuskan antara aku dan kamu. Aku bersyukur Allah izinkan aku mengenalmu, menjalani hari dengan kebahagiaan. Tak ada yang sia-sia, begitupun pertemuan kita. Juga perpisahan kita. Allah ingin aku belajar lewat dirimu. Tentang mengakui kesalahan, berani mengambil keputusan, memperbaiki diri, dan sebuah rasa yang salah. Perpisahan denganmu adalah pertemuanku dengan perubahan....

Aku Bukan Pilihan

N :  kenapa kamu nggak sama dia aja? A :  ya dia nggak jelas maunya gimana. Lagian hipotesamu itu belum tentu bener. N :  Ya ampun! Kurang jelas apa siiih, bahkan sahabatnya juga bilang dia suka kamu A :  Tapi dia juga suka sama yang lain, kayanya. N :  iya ya? Dia ndeketin banyak cewek? A :  ya biasa.... cowok kan masih suka berpetualang. N :  dan kamu pasti nggak mau jadi pilihan. A :  kok gitu? N :  semua cewek juga gitu. Cewek nggak mau jadi pilihan, kita hanya mau jadi tujuan.

FriendZone

Tidak ada yang salah dengan jatuh cinta. Mungkin kita hanya berada di keadaan yang salah, di waktu yang salah, dan dengan orang yang salah. Atau cara kita yang salah? The  number one rule of love; you can never be just friends with someone that you’re in love with. anonim Mencintai sahabat sendiri kadangkala menjadi sebuah dilema untuk masing-masing hati. Barangkali lebih baik diam dan mengelak dari perasaan–alasannya sederhana; pada akhirnya cinta hanya akan merusak. Merusak siapa-siapa yang tidak siap pada kenyataan, bahwa kita bisa jatuh cinta pada siapa saja. Kita bisa saja terjatuh ditengah kebaikan hatinya, kerelaan waktunya, humor renyahnya, tingkah usilnya, pundak dan telinganya, cerewet dan tingkah annoyingnya. Kita bisa saja terjatuh ditengah sesi nongkrong bareng, sharing knowledge seputar keprofesian, debat-debat kecil, chat-chat tidak penting, dan rutinitas sederhana tiap harinya. Kita bisa saja terjatuh ditengah keadaan  “persahabatan lebih pen...

Kesatria

“Siapapun nanti, dia harus seorang ksatria” ayah.*** Sebenarnya umurku masih 19 tahun, gak p apa   kan  ya aku membicarakan ini? Mmm, apapun jawabannya aku sudah sering membicarakannya, dengan diriku sendiri. Tentag dia yang akan datang di masa depan, tentang teori mencintai, dan tentang perbaikan diri. pain makes people change-niswah.  Yes, it is. Pernahkah kamu mencintai seseorang sebegitunya, sampai kamu melakukan hal-hal yang nggak bakal kamu lakukan di kondisi normal seperti mengucapkan “Selamat pagi, selamat siang, selamat sore, selamat malam, bahkan selamat tidur, atau selamat makan!”. Kamu disulap seperti resepsionis  hotel  yang menyambut calon tamunya. Atau disaat kamu bingung memilihkan dia kado apa di hari ulang tahunnya, bahkan kamu membuatnya sendiri! Padahal….belum tentu juga dia suka. Yang paling menjengkelkan adalah, semua isi tulisanmu, folder foto di HPmu, atau halaman-halaman di diarymu isinya tentang dia! Pernah? Berarti aku tidak sendir...

Subuh Tanpa Kata

Gadis itu berhenti menarikan jemarinya untuk menulis. Lama sudah dia tidak menuangkannya dalam paragraf. Karena segala sesuatu tentang tuannya itu, sudah terlanjur basah dia ungkapkan pada Tuhan. Tiap jengkal perasaannya sudah tersampaikan. Jadi seakan tak ada lagi celah untuk dituliskan. Gadis itu kembali terdiam. Tidak tahu lagi apa yang harus ditulisnya. Tentang cinta? Apa benar dia mencintainya? Dia terlalu malu, terlalu takut. Tentang rindu? Inikah yang namanya rindu? Buktinya sudah reda dan tak semenggebu kata orang-orang.. Lalu apakah tentang doa? Gadis itu berpikir ulang. Menggeleng. Doa itu rahasianya. Doa itu percakapan Tuhan dengannya. Tak perlu diumbar-umbar. Sudah tak ada lagi yang perlu dituliskan. Kecemasannya sudah dibawa pulang oleh kepasrahan. Jadi baiknya, yang ia tuliskan adalah diamnya. Apa-apa yang tak bisa kita rengkuh, bukannya akan terengkuh oleh doa? Kalaupun tidak, doa susah berhasil melapangkan hati dan menguatkan jiwa (:

TAPI...

Kau tahu yang ditakutkan kebanyakan perempuan? Ialah lamanya penantian. Karena semakin lama waktu menemani penantiannya, semakin lama pula ia tenggelam dalam prasangkanya sendiri. Yang dikhawatirkan, waktu melesat terlalu cepat beriringan dengan ketidakpastian, lalu meninggalkannya di belakang. Dengan sebuah tanda tanya besar. Ia butuh bertanya padamu, tapi terlalu takut. Ia butuh bicara, tapi terlampau malu. Sementara sebenarnya perempuanpun tahu, bahwa bagi laki-laki, berjuang butuh begitu banyak waktu. Tapi . . .