Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016
Kamu masih disitu, ya. Dan akupun seperti ini, masih disini. Kita berdua—entahlah aku tidak tahu bagaimana mengungkapkannya sama-sama diam di tempat. Aku tidak tahu bagaimana caramu mengusahakanku atau bahkan kamu memang takpernah segigih itu untuk memperjuangkan cerita ini tapi bagiku mau kau berjuang disana atau tidak, aku selalu seperti ini. Ya, persis seperti ini saat diam-diam aku menelusurimu lewat gadget , di dunia maya. Satu-satunya dunia penghubung bagimu dan orang sepertiku. Aku hanya bisa merasa bersamamu di  social media . Tolong digaris bawahi  me-ra-sa.  Tapi gadis ini tak berani memulai percakapan, meninggalkan komentar, atau seperti yang lain dengan bebasnya meninggalkan  emote-emote  unyu .  Sudah kubilang aku hanya diam di tempat. Kabarnya kau seperti kupu-kupu; lari bila kukejar. Maka aku menggunakan logika yang sama agar kau datangi, diam bagai bunga yang punya nektar paling ranum sedunia. Tapi rasanya susah, aku lebih mirip seperti d...

Tulang Rusuk

A :  kak, kemarin aku habis diskusi sama mas X B :  oya? Diskusi apa? A :  soal perempuan yang katanya diciptakan dari tulang rusuk laki-laki B :  lalu? A :  mmm, ternyata kayanya kan tulang rusuk laki-laki nggak cuma satu kak. Jadi bisa jadi ada beberapa perempuan yang diciptakan dari tulang rusuk orang yang sama B :  hmmmm I see A :  Terus gimana dong kak? B :  jangan fokus disitunya dek A :  maksudnya kak? B :  terkait ini diciptakan dari tulang rusuk siapa, berapa kembaran rusuknya, dan blablabla itu nggak bisa kita logika secara sederhana. Sudah ranahnya Yang Nyiptain. Yang jelas yakin saja bahwa kita diciptakan berpasang-pasangan. Aku juga belom tentu siap menerima keputusan itu, tapi...gimanapun ayo difokuskan aja ke penciptanya. A :  hmmm yasihhh B :  kita sudah diciptakan, bersyukur aja. Terlepas dari ini rusuk siapa, kita ngga disuruh nyari kan? Yang kita disuruh nyari adalah ridhaNya. A :  berar...

Sampai Aku Katakan Padamu

Kamu tidak pernah tahu, ada yang tergerak hatinya karenamu. Ada yang pelan-pelan berusaha menjadi lebih baik setiap harinya, karena peringatan kecil darimu, yang bahkan kamu tidak ingat pernah melakukan itu. Kamu tidak pernah tahu, ada yang ingin menyambut pagi sesemangat dirimu. Berencana menjadi bermanfaat, bergerak seirama dengan niat yang (semoga) benar, dan melangkah dengan yakin bahwa usaha tak pernah berkhianat. Persis seperti kata-katamu. Kamu tidak pernah tahu, ada yang berubah lebih bahagia hidupnya karenamu. Karena sapamu, yang bahkan kau lontarkan ke setiap sudut kota, tak hanya dia. Tapi dia tak peduli. Dia tetap tersenyum dengan rona merah muda. Hari menjadi lebih bermakna dengan kehadiranmu, meski kau tak benar-benar hadir disitu. Cukup dengan energi-energi positifmu yang entah mengakar dimana, sepertinya sudah tervibrasi ke antero semesta. Kamu tidak pernah tahu, ada seseorang yang berubah karenamu. Mungkin tak akan pernah benar-benar tahu sampai dia sendiri yang...

Penjagaanmu Yang Menyakitkan

Anggap saja aku tidak pernah menulis ini dan kamu tidak pernah membacanya. Jadi, ini adalah serentetan kata yang mencoba mengisi kembali hati yang kosong. Aku lama tidak mengatakannya kan kepadamu? Kalau aku rindu? Keluarlah dari situ, cepat. Dari tempatmu terdiam, entah masih mendoakanku atau tidak. Entah masih benar memperjuangkanku, atau tidak. Jika itu namanya menjaga, bagiku menyakitkan. Sudah kubilang, pura-puralah saja tidak pernah membacanya. Tidak penting. Maaf, aku mau bilang rindu saja, kok bertele-tele..